Share With Your Friends...
Share on Facebook9Tweet about this on Twitter0Google+0

PERNAHKAH ANDA MENDENGAR JALANAN BISA ``BERNYANYI`` DAN BAGAIMANA CARA MEMBUATNYA

Mungkin sebagian dari anda bingung ketika membaca judul ini, bagaimana mungkin jalanan bisa bernyanyi? Pada tahun 1995 dua seniman Denmark ( Danish ) yaitu Steen Krarup Jensen dan Jakob Freud Magnus membuat marka kejut yang disusun sedemikian rupa sehingga ketika mobil anda melindas marka kejut ini, kendaraan anda akan ikut bergetar  dan menghasilkan suatu atau serangkaian nada. Mereka menyebutnya ini adalah Asphaltophone.

Asphaltophone terinspirasi dari masa mereka masih anak-anak, mereka suka memainkan strip plastik berwarna merah, berbentuk seperti pengikat kabel ( cable tie ). Pengikat kabel tersebut diikat pada ujung-ujung kotak sereal kosong, kemudian dimainkan dengan cara menjalankan kuku anda di pengikat kabel tersebut secara konstan. Kotak sereal tersebut berfungsi sebagai kotak resonansi untuk memperkuat bunyi tersebut.

Dengan teknik yang sama diterapkan juga pada jalanan agar dapat memberikan nada-nada ketika mobil melintas diatasnya. Suara dan musik dapat di encode pada permukaan jalanan menggunakan marka kejut pada jarak yang spesifik sehingga roda pada mobil menghasilkan getaran dan membuat bunyi tertentu. Fenomena ini sudah ditemukan sejak tahun 1950an.

pembuat aspal bernyanyi

MELODY ROAD DI JEPANG

Tercatat bahwa, pada tahun 2007 pekerja Jepang sedang melakukan pekerjaan menggores ( scrapping ) jalanan  dengan buldozer dan ketika pekerja tersebut melintasi hasil goresan tersebut, dia mendengar seperti suara musik. Sejak saat itu, Jepang menciptakan tiga nada ” melody roads ” yang bertujuan untuk menghibur wisatawan dan menjaga supir agar tidak mengebut. Mereka dapat mendengar melodi tersebut pada kecepatan yang telah ditentukan. Berbeda dengan jalanan yang ada di Denmark, jalan di Jepang memiliki goresan-goresan dengan jarak yang presisi satu sama lain dengan kedalam yang telah ditentukan. Jarak-jarak antar goresan tersebut menentukan nada dan kedalaman goresan akan menentukan intensitas bunyi.

SINGING ROAD DI KOREA

Korea Selatan pun membuat hal yang sama dan mereka menyebutnya ” Singing Road ” dengan teknologi yang sama seperti Jepang. Namun, tujuan Korea Selatan membuat ” Singing Road ” untuk alasan keamanan. Statistik menunjukan 68% kecelakaan lalu lintas akibat kurang waspada dan tertidur ketika berkendara. Pada kecepatan yang tepat, pengemudi dapat mendengarkan lagu Mary Had a Little Lamb.

MUSICAL ROAD DI LANCHESTER, CALIFORNIA

Pada tahun 2008 Kota Lanchester, California untuk pertama kalinya membangun ” musical road “. Lanchester terletak sekitar 1 jam berkendara kearah Utara dari downtown LA. Kota tersebut memilih lagu William Tell Overture, dikenal sebagai tema musik dari program radio dan TV jaman dahulu. Sayang pada lagu yang dipilihnya, ketika mobil melintas dengan cepat, anda baru dapat mendengar dengan baik lagu tersebut. Pada awal ” musical road ” baru selesai dibuat, komplain muncul dari warga sekitar, oleh karena itu ” musical road ” dipindahkan jauh dari permukiman warga. Secara pribadi, saya tidak dapat mengidentifikasi lagu tersebut sebagai William Tell Overture. Saya menduga, engineer melakukan kesalahan penghitungan.

BAGAIMANA CARA MENGHITUNG ASPHALTOPHONE AGAR MENGHASILKAN MELODI YANG BENAR DAN PADA KECEPATAN YANG TEPAT.

Ini juga hal yang menarik untuk dipikirkan. Kita perlu menghitung jarak yang diperlukan untuk setiap lagu tertentu.

Mari kita mulai dengan nada tengah C, dimana frekuensinya berada di 262Hz, kita berasumsi mobil yang kita kendarai melaju dengan kecepatan 100km/jam. Seberapa jauh marka kejut yang harus dibuat pada jalanan untuk menghasilkan frekuensi 262Hz yang dibunyikan setiap detik oleh mobil yang melaju dengan kecepatan 100km/jam?

Pertama, kita perlu merubah satuannya. Kita perlu merubah satuan jam ke detik, begitu juga dengan kilometer menjadi meter. Persamaan yang kita gunakan adalah :

ƒ = V / l

Dimana;

ƒ           = Frekuensi

V          = Kecepatan

l          = Panjang Gelombang

Karena 3600 detik dalam satu jam maka, 100km/jam dapat dikonversi menjadi 100/3600 = 0.0277 km/detik. Sekarang dari kilometer dikonversi ke meter menjadi 27.7 m/s.

Untuk mencari jarak setiap baris pada marka kejut adalah 27.7 / 262 = 0.1057m ( sekitar 10cm ). Jadi, agar nada tengah C ( 262Hz ) dapat terdengar, jarak setiap alur sejauh 10cm jika kendaraan melaju dengan kecepatan 100km/jam.

Semakin jauh jarak antara alur maka semakin rendah pula frekuensi yang akan terdengar.

Kita dapat menyimak chart dibawah ini :

NOTEHZGROOVE
C2624. inch
C#2773.77 inch
D2943.56 inch
D#3113.36 inch
E3303.17 inch
F3493. inch
F#3702.83 inch
G3922.67 inch
G#4152.52 inch
A4402.38 inch
A#4662.24 inch
B4942.11 inch
C5242. inch
Share With Your Friends...
Share on Facebook9Tweet about this on Twitter0Google+0